Ada 995 Senjata di Sekolah, DPR Curiga Jaringan Manfaatkan Pendidikan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra meminta kepolisian mengusut tuntas temuan 995 senjata dan narkoba di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tandra menduga ada jaringan kejahatan yang memanfaatkan institusi pendidikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang ilegal tersebut. Penemuan ini dianggap sebagai alarm keras bagi aparat keamanan untuk menjaga stabilitas negara.
Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menyatakan bahwa senjata-senjata tersebut ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang pada tanggal 10 dan 11 Juli. Senjata yang ditemukan meliputi senjata api, amunisi, dan aksesoris lainnya.
Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengaku sebagai pemilik senjata dan menyatakan bahwa ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan adalah legal dan memiliki izin. Senjata tersebut sudah disimpan di lokasi sejak tahun 2020 dan semula diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah. Namun, setelah pembina ekstrakurikuler meninggal pada tahun 2022, kegiatan tersebut tidak lagi berjalan. Belakangan, pihak sekolah membantah adanya ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.
Bagikan
Berita terkait
Gagas Program 'Bapak Asuh' Polda Metro Hadirkan Polri Lebih Dekat dengan Pelajar
Detik.com · 17 September 2026 pukul 11.08
Perkuat Keamanan Sekolah, Kapolda Metro Luncurkan Program 'Bapak Asuh'
Detik.com · 17 September 2026 pukul 10.53
Negara Gagal Ini Tebar Bansos Rp 300 M, Satu Orang Dapat Rp 2 Juta
Detik.com · 11 September 2026 pukul 12.38
Revitalisasi SDN Tanggirejo Grobogan Wujud Komitmen Pemerintah pada Keamanan Sekolah
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 12.03