Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Ada 995 Senjata di Sekolah, DPR Curiga Jaringan Manfaatkan Pendidikan

Anggota Komisi III DPR RI, Soedeson Tandra meminta kepolisian mengusut tuntas temuan 995 senjata dan narkoba di sebuah sekolah swasta di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Tandra menduga ada jaringan kejahatan yang memanfaatkan institusi pendidikan sebagai tempat penyimpanan barang-barang ilegal tersebut. Penemuan ini dianggap sebagai alarm keras bagi aparat keamanan untuk menjaga stabilitas negara.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, menyatakan bahwa senjata-senjata tersebut ditemukan di ruangan mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang pada tanggal 10 dan 11 Juli. Senjata yang ditemukan meliputi senjata api, amunisi, dan aksesoris lainnya.

Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin, Alhadid Endar Putra, mengaku sebagai pemilik senjata dan menyatakan bahwa ratusan senjata airsoft gun yang ditemukan adalah legal dan memiliki izin. Senjata tersebut sudah disimpan di lokasi sejak tahun 2020 dan semula diperuntukkan untuk ekstrakurikuler menembak di sekolah. Namun, setelah pembina ekstrakurikuler meninggal pada tahun 2022, kegiatan tersebut tidak lagi berjalan. Belakangan, pihak sekolah membantah adanya ekstrakurikuler menembak di sekolah tersebut.

Berita terkait