Jakarta · Minggu, 13 September 2026Cari
WargaKonoha

Ada Car Free Day, Kualitas Udara Jakarta Justru Tiga Terburuk di Dunia pada Minggu Pagi

Kualitas udara Jakarta pada Minggu pagi (13/9) berada dalam kondisi tidak sehat dengan Indeks Kualitas Udara (AQI) mencapai 158, menempati peringkat ketiga terburuk di dunia menurut pemantauan IQAir. Jakarta berada di bawah Kinshasa (AQI 215) dan Kampala (AQI 162), serta di atas Kuching (AQI 157) dan Baghdad (AQI 153). Kondisi ini terutama disebabkan oleh tingginya konsentrasi partikulat halus PM2,5 yang mencapai 65,3 mikrogram per meter kubik, melebihi batas aman yang ditetapkan oleh WHO. Paparan PM2,5 pada tingkat ini dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok sensitif seperti anak-anak dan lansia.

Meskipun setiap minggu diadakan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaratan Bermotor (HBKB) di Jakarta, kualitas udara kota tetap tercatat buruk. Partikulat PM2,5 merupakan indikator utama kualitas udara, dengan semakin tinggi konsentrasinya semakin besar risiko bagi kesehatan manusia dan lingkungan. Pemerintah dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah memberikan imbauan kepada warga untuk menggunakan masker, menutup jendela, dan menggunakan alat penyaring udara saat beraktivitas di luar ruangan.

Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengimplementasikan strategi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 30% pada 2030 melalui transformasi transportasi publik dan dekarbonisasi menuju 2050. Upaya lain termasuk waterbombing dan penggunaan water mist untuk menurunkan partikulat PM10 di udara. Namun, kondisi kualitas udara yang masih buruk menunjukkan perlunya aksi lebih lanjut untuk melindungi kesehatan warga.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait