Adopsi Teknologi Pengereman Motor Berpotensi Tekan Kerugian Ekonomi Rp2,16 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kajian ITB menyatakan adopsi teknologi pengereman motor baru berpotensi mengurangi hingga 111.163 kematian dan menekan kerugian ekonomi Rp2,16 triliun hingga 2045. Teknologi seperti ABS penting karena kegagalan pengereman menjadi faktor utama kecelakaan roda dua yang menyumbang 73% dari 149.000 kecelakaan harian. Dalam kondisi mendadak, roda motor kompak dalam 0,2 detik sedangkan reaksi manusia rata-rata 0,75 detik. PT Jasa Raharja telah menyalurkan santunan korban roda dua sebesar Rp3,22 triliun pada 2025, dengan mayoritas korban berusia 15-34 tahun. Manfaat ekonomi penerapan ABS diperkirakan lebih dari lima kali lipat dibanding biaya investasi.
Bagikan
Berita terkait
Pertamina Patra Niaga Pastikan Penanganan Kecelakaan Mobil Tangki di Tol Jagorawi Sesuai Prosedur
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 22.06
Mahasiswa di Semarang Tewas Usai Tabrak Mobil yang Terparkir
kumparan · 23 September 2026 pukul 15.11
Pria Tewas Usai Tabrak Motor di Puncak Bogor Saat Balap Liar
Detik.com · 18 September 2026 pukul 17.07
Terobos Perlintasan di Jember, Pengemudi Pajero Tewas Ditabrak Kereta
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 00.00