Jakarta · Kamis, 10 September 2026Cari
WargaKonoha

AfD dan BSW: 'Cinta Tapi Benci' dalam Perpolitikan Jerman

Dua hari setelah pemilihan umum di Sachsen-Anhalt, Jerman, belum jelas siapa yang akan membentuk pemerintahan negara bagian tersebut. Partai kanan ekstrem Alternatif untuk Jerman (AfD) meraih 44% suara, namun gagal mengamankan mayoritas koalisi. Keberhasilan Partai Aliansi Sahra Wagenknecht (BSW), yang didirikan pada Januari 2024, berperan penting dalam dinamika ini. BSW, yang awalnya merupakan pecah dari Partai Kiri, menarik dukungan dari pemilih yang tidak mengidentifikasi diri dengan label politik tradisional. Sahra Wagenknecht, pendiri BSW, terbuka untuk berinteraksi dengan AfD dan bahkan mendukung calon utamanya, Ulrich Siegmund, untuk menjadi perdana menteri melalui strategi tidak memberikan suara.

Kesepakatan antara BSW dan AfD mencakup kebijakan imigrasi yang lebih ketat dan penolakan terhadap pengiriman senjata Jerman ke Ukraina. Namun, BSW menolak koalisi formal dengan AfD di Sachsen-Anhalt. Konflik internal antara pusat partai dan cabang di negara bagian lain seperti Brandenburg dan Thuringia menyebabkan retaknya dukungan. Di Thuringia, sebagian besar anggota legislatif BSW keluar dari partai, menolak pendekatan Wagenknecht yang mendekati AfD. Wagenknecht sendiri telah mundur dari jabatan pemimpin partai namun tetap berpengaruh dari balik layar.

Keberhasilan BSW di Sachsen-Anhalt memberikan signifikansi baru bagi partai yang sempat kesulitan di pemilu federal 2025. Dukungan yang terus berkembang akan diuji pada pemilihan 20 September di Mecklenburg-Vorpommern dan Berlin.

Berita terkait