Agus Gumiwang Ungkap 'PR Besar' Industri RI, Utilisasi Baru 64,8%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kinerja industri manufaktur Indonesia masih perlu ditingkatkan meskipun pertumbuhan sudah memperlihatkan penguatan. Salah satu isu utama adalah utilisasi kapasitas produksi industri pengolahan nonmigas yang masih rendah, yakni hanya 64,8%. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI bahwa pemerintah berupaya meningkatkan utilisasi ini hingga minimal 70% agar pertumbuhan industri tidak terbatas pada sisi produksi semata. "Utilisasi IPNM masih pada angka 64,8% dan ini masih angka yang perlu kita tingkatkan," katanya. Selain itu, penyerapan output manufaktur didominasi oleh pasar dalam negeri yang mencapai 78,4%, sementara hanya 21,6% yang diekspor ke luar negeri. Dengan jumlah penduduk hampir 290 juta jiwa, Indonesia memiliki potensi pasar domestik yang sangat besar untuk mendukung industri nasional. Agus menekankan pentingnya optimalisasi pasar dalam negeri agar produk nasional dapat menjadi prioritas dan menjadi tuan rumah di pasar sendiri. Untuk memperkuat posisi industri, Kementerian Perindustrian menerapkan berbagai kebijakan seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib, penerapan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam belanja produk, standarisasi industri hijau, dan sertifikasi halal guna melindungi pasar dalam negeri sekaligus memperluas ekspor.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 06.36
Bukan Sekadar Pasar, Indonesia Jadi Jantung Produksi Global BOLDe
Berita terkait
Manufaktur Serap Hampir 20 Juta Pekerja, Ekspor Tembus US$115 Miliar
Warta Ekonomi · 28 Agustus 2026 pukul 19.30
Maersk Logistics Indonesia Jadi Pusat Logistik Berikat, Ini Harapan Bea Cukai
JPNN.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.59
75% Gas RI Dipakai Domestik, Terbesar untuk Industri
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 15.50
Mendag Targetkan Perjanjian IEU-CEPA Teken Oktober 2026
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 15.30