Ahli Bantah Erupsi Gunung Berapi Hasil Rekayasa Teknologi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pakar vulkanologi UGM Agung Harijoko membantah spekulasi erupsi beberapa gunung api Indonesia (termasuk Anak Krakatau) disebabkan rekayasa teknologi. Erupsi terjadi karena tekanan gas dan magma menembus kerak bumi. Enam gunung berapi (Anak Krakatau, Semeru, Ili Lewotolok, Ibu, Lewotobi Laki-laki, Sinabung) erupsi bersamaan bukan akibat interaksi langsung, melainkan kebetulan karena sistem magma masing-masing serta siklus aktivitas yang beririsan. Jarak jauh gunung api membuat satu erupsi tidak menular ke yang lain. Dosen tambahan Indranova Suhendro menjelaskan mekanisme erupsi berbeda antar gunung, seperti erupsi freatik (panas magma memanaskan air) pada Sinabung/Ibu/Semeru versus magmatik eksplosif pada Anak Krakatau. Aktivitas vulkanik beberapa gunung meningkat pasca-gempa Flores, namai mekanisme ini belum pasti berlaku universal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 06.35
Fenomena 11 Gunung Api di RI Erupsi-Termasuk Anak Krakatau, Rekayasa?
JPNN.com · 9 September 2026 pukul 17.00
Penjelasan Pakar UGM Soal Gunung yang Erupsi Bersamaan
Media Indonesia · 10 September 2026 pukul 08.55
Pakar UGM: Enam Gunung yang Meletus Bersamaan tidak dalam Satu Sistem
Media Indonesia · 9 September 2026 pukul 09.45
4 Gunung di Indonesia Meletus Hari Ini, Termasuk Anak Krakatau dan Semeru
Berita terkait
Pakar Sebut Erupsi 4 Gunung Api RI Hari Ini Tak Saling Berkaitan
CNN Indonesia · 6 September 2026 pukul 15.20
Pakar Ungkap Penyebab 6 Gunung Api Meletus Bersamaan
CNN Indonesia · 9 September 2026 pukul 12.53
5 Gunung Api di RI Serentak Erupsi, Ini Penjelasan Mbah Rono
CNBC Indonesia · 7 September 2026 pukul 13.35
6 Gunung Api Erupsi Nyaris Serentak, PVMBG Ungkap Penyebanya
JawaPos · 6 September 2026 pukul 14.30