Ahli duga gempa M7,1 Jepang disebabkan tekanan sesar lama
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,1 mengguncang barat daya Jepang pada Selasa, berpusat di Prefektur Kumamoto dan terjadi pada kedalaman 16 km di sepanjang sesar geser. Gempa ini terletak dekat dengan dua gempa besar sebelumnya pada April 2016 (M6,5 dan M7,3) yang juga mencapai tingkat intensitas tertinggi (level 7) di wilayah tersebut dan menyebabkan lebih dari 270 korban jiwa. Para ahli memperingatkan bahwa gempa susulan yang kuat masih mungkin terjadi, dengan catatan bahwa bagian selatan zona sesar Hinagu hampir tidak bergeser setelah gempa 10 tahun lalu, sehingga tekanan yang menumpuk mungkin memicu pergerakan baru. Analisis oleh Profesor Seismologi Shinji Toda dari Universitas Tohoku menunjukkan bahwa frekuensi gempa susulan berkekuatan 1,5 atau lebih telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan sebelum tahun 2016, menunjukkan bahwa gempa saat itu melepaskan tegangan yang kini memicu aktivitas baru. Meskipun mekanisme pemicu serupa dengan gempa 2016, Badan Meteorologi Jepang belum secara resmi menghubungkan peristiwa baru ini dengan rangkaian gempa besar satu dekade lalu.
Bagikan
Berita terkait
Misteri Peluru Tajam yang Tewaskan Remaja saat Ada Tawuran di Makassar
kumparan · 28 September 2026 pukul 04.51
Kekurangan Jumlah Guru Diatasi Lewat Seleksi CPNS, Bukan Tes PPPK
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 04.51
Negara Ini Selamat dari 2 Perang Dunia dan 1 Perang Dingin, tapi Semuanya Bisa Berubah!
SINDOnews · 28 September 2026 pukul 04.40
Pertamina SMEXPO 2026 Libatkan Ratusan UMKM Binaan
JPNN.com · 28 September 2026 pukul 04.33