AI bakal Temukan Obat Kanker dalam Beberapa Dekade
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

CEO Arm Holdings, Rene Haas, optimis bahwa kecerdasan buatan (AI) akan menemukan obat kanker dalam beberapa dekade mendatang. AI dinilai mampu memecahkan pemodelan penanda DNA yang terlalu kompleks bagi manusia dan komputer konvensional, sehingga memungkinkan terobosan medis yang sebelumnya mustahil ditemukan dalam masa hidup manusia.
Optimisme ini didukung oleh kemajuan teknologi seperti AlphaFold 3 dari Google DeepMind yang memprediksi interaksi molekul obat, serta uji klinis obat rancangan AI oleh Isomorphic Labs. Perusahaan farmasi besar seperti AstraZeneca, Eli Lilly, dan Sanofi juga telah berinvestasi miliaran dolar untuk pengembangan perawatan kanker berbasis AI. Namun, Haas memperingatkan bahwa kendala rantai pasok cip AI saat ini masih menjadi tantangan utama dalam mempercepat proses tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 9 September 2026 pukul 16.30
OpenAI Rilis ChatGPT Images 2.5, kini Lebih Cepat dan Presisi
JawaPos · 9 September 2026 pukul 11.46
AI jadi Senjata Baru Startup Indonesia, Lima Perusahaan Terpilih Masuk GVV Batch 9
CNBC Indonesia · 8 September 2026 pukul 21.00
10 HP Ini Pancarkan Radiasi Paling Rendah di 2026, Cek Sebelum Beli
Liputan6.com · 8 September 2026 pukul 20.00
Tembus 660 Juta Pengguna, CapCut Boyong Fitur AI Anyar ke Asia Tenggara
Berita terkait
Peran Kecerdasan Buatan (AI) dalam Meningkatkan Keberhasilan Bayi Tabung
Media Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 17.11
Samsung Kembangkan AI untuk Membaca Pola Kesehatan Tersembunyi dari Smartwatch
VOI · 17 Agustus 2026 pukul 07.30
OpenAI Akhirnya Punya Asisten Peneliti AI Otomatis, Mampu Kerjakan Riset Berhari-hari
JawaPos · 8 September 2026 pukul 16.30
Rekomendasi AI Andalan teman kumparan, Ada ChatGPT hingga Gemini
kumparan · 8 September 2026 pukul 16.13