Akankah Sekolah di China Hapus Bahasa Inggris dari Mata Pelajaran Pokok?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Seorang profesor matematika di Cina, Tang Jiafeng, mempertanyakan pentingnya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar hingga universitas. Ia berargumen bahwa Cina tidak perlu memberikan nilai setinggi kepada bahasa Inggris seperti yang dilakukan saat ini, terutama karena sebagian besar anak-anak kesulitan menguasainya sebelum pun mahir berbahasa Mandarin. Ia juga menyoroti investasi besar waktu dan biaya yang dikeluarkan oleh keluarga dan sekolah untuk bahasa Inggris yang tidak selalu relevan dengan kebutuhan karier. Usulannya untuk menghapus atau mengurangi beban bahasa Inggris cepat viral di internet, termasuk usulan untuk menurunkan bobot nilai ujian dari 150 menjadi 120 poin.
Bagikan
Berita terkait
Mendikdasmen: Bahasa Inggris Jadi Mata Pelajaran Wajib di SD Mulai Kelas 3 pada 2027
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 08.00
Belajar Bahasa Tak Cukup di Kelas, Pengalaman Internasional Membentuk Kemandirian Siswa
JawaPos · 9 September 2026 pukul 14.00
Minat Produk USD Meningkat, Proteksi di Era Global Makin Dibutuhkan
JawaPos · 5 September 2026 pukul 06.45
Rocky Gerung: Intervensi Tak Berbahaya bagi Pasar, tapi Kapitalisme itu Kerakusan
JawaPos · 4 September 2026 pukul 13.46