Aktivitas Erupsi Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Imbau Masyarakat Tetap Waspada
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BPPTKG mencatat aktivitas vulkanik Gunung Merapi pada periode 24 hingga 30 Juli 2026 masih tinggi dengan erupsi efusif. Status aktivitas tetap pada level 3 atau Siaga, karena suplai magma terus berlangsung yang berpotensi memicu awan panas guguran di kawasan rawan bencana. Selama sepekan pengamatan, terjadi 2 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 2.000 meter ke arah hulu Kali Boyong dan Kali Sat/Putih. Guguran lava teramati sebanyak 6 kali ke Kali Boyong (jarak luncur maks. 2.000 m), 38 kali ke Kali Krasak (maks. 2.000 m), 7 kali ke Kali Bebeng (maks. 1.700 m), dan 48 kali ke Kali Sat/Putih (maks. 2.000 m). Kegempaan mencakup 2 gempa APG, 31 gempa Vulkanik Dangkal, 551 gempa Fase Banyak, 4 gempa Low Frequency, 647 gempa Guguran, dan 12 gempa Tektonik, meskipun intensitasnya lebih rendah dibandingkan pekan sebelumnya. Potensi bahaya saat ini masih berfokus pada guguran lava dan awan panas di sektor selatan–barat daya serta tenggara, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 km. BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 3 Agustus 2026 pukul 10.48
Gunung Semeru Erupsi Lima Kali Pagi Ini
SINDOnews · 2 Agustus 2026 pukul 17.19
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi, Ini Penampakannya
Berita terkait
Gunung Semeru 22 Kali Erupsi dalam 6 Jam, Warga Diimbau Waspada
Detik.com · 20 September 2026 pukul 10.47
Gunung Semeru 3 Kali Erupsi Pagi Ini, Lontarkan Abu hingga 1000 Meter
CNN Indonesia · 14 September 2026 pukul 08.51
Gunung Semeru Erupsi, Letusan Capai 1.000 Meter
Warta Ekonomi · 6 September 2026 pukul 15.12
Semeru Erupsi Saat Karhutla Belum Padam, Luas Hutan Terdampak Tembus 3.000 Hektare
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 12.37