Jakarta · Jumat, 21 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Al-Quran, Mukjizat Nabi Muhammad SAW yang Berlaku hingga Akhir Zaman

Para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW diberi mukjizat yang bersifat temporal, lokal, dan material karena risalahnya ditujukan kepada umat tertentu. Berbeda dengan itu, Nabi Muhammad SAW diutus untuk seluruh umat manusia hingga akhir zaman, sehingga mukjizatnya harus bersifat universal dan kekal. Menurut Muhammad Quraish Shihab, Al-Qur'an menjadi mukjizat terbesar sebagai bukti kebenaran kenabian Nabi Muhammad SAW karena sifatnya yang abadi dan dapat diajarkan ke seluruh zaman.

Al-Qur'an sebagai mukjizat utama memiliki tiga aspek penting yang membuktikan kebenaran Nabi Muhammad SAW. Pertama, kandungan ilmunya yang luar biasa meskipun ditujukan kepada seorang yang tidak bisa membaca dan menulis. Nabi Muhammad SAW dibesarkan di tengah masyarakat Arab yang terbatas dalam kemampuan akademis, berbeda dengan peradaban lain seperti Mesir, Persia, atau Romawi yang memiliki tradisi ilmu pengetahuan yang kaya.

Kebenaran Al-Qur'an sebagai mukjizat juga terkonfirmasi melalui firman Allah SWT dalam Surah Al-Ankabut ayat 48, yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah membaca atau menulis kitab sebelum Al-Qur'an. Hal ini menjadi dasar kuat bahwa Al-Qur'an bukanlah hasil karya manusia, melainkan wahyu langsung dari Allah SWT yang bersumber pada ilmu yang melampaui kemampuan Nabi Muhammad SAW secara alami.

Berita terkait