Alasan Kesepakatan Minyak Venezuela ala Trump tidak Berikan Dampak Cepat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Presiden Donald Trump mempromosikan kesepakatan akuisisi saham besar di cadangan minyak Venezuela sebagai terobosan untuk menurunkan harga bahan bakar dan mengisi kembali cadangan minyak darurat AS. Gedung Putih menyatakan AS akan mendapatkan 35 persen saham di perusahaan Venezuela yang mengoperasikan 17 lapangan minyak dengan cadangan sekitar 65 miliar barel. Namun, para ahli dan analis industri memperingatkan agar tidak mengharapkan pemulihan cepat, karena ekstraksi minyak di wilayah tersebut dianggap berbahaya, melelahkan, dan berbiaya tinggi. Harga minyak justru mengalami kenaikan setelah pengumangan kesepakatan ini. Para analis seperti Tracy Shuchart dan Mark Finley menyatakan dampak nyata pada harga pompa bensin AS mungkin baru terasa 5 hingga 15 tahun ke depan. Proyek ini ditandatangani untuk jangka waktu 25 tahun (atau 100 tahun menurut klaim Trump) dengan target produksi lebih dari 1,5 juta barel per hari, jauh di bawah produksi global yang mencapai sekitar 105 juta barel per hari. Stok Cadangan Minyak Strategis AS saat ini berada di level terendah sejak 1982, hanya 287 juta barel dari kapasitas 714 juta barel. Kesepakatan ini juga menimbulkan kritik dari Partai Demokrat dan kekhawatiran dari warga Venezuela tentang potensi kolonialisme modern.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 September 2026 pukul 11.44
AS Dapat Hak Veto Dewan Direksi dan Prioritas Kuasai Aset Minyak Venezuela
Berita terkait
Trump Klaim Kuasai Seperlima Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez: Kami Tetap Berdaulat
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 14.33
Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 12.40
Trump Umumkan Ambil Alih Kendali Sebagian Cadangan Minyak Venezuela
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 11.53
Trump Umumkan AS Kuasai 65 Miliar Barel Minyak Venezuela
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 09.10