Jakarta · Selasa, 1 September 2026Cari
WargaKonoha

Alasan Kesepakatan Minyak Venezuela ala Trump tidak Berikan Dampak Cepat

Presiden Donald Trump mempromosikan kesepakatan akuisisi saham besar di cadangan minyak Venezuela sebagai terobosan untuk menurunkan harga bahan bakar dan mengisi kembali cadangan minyak darurat AS. Gedung Putih menyatakan AS akan mendapatkan 35 persen saham di perusahaan Venezuela yang mengoperasikan 17 lapangan minyak dengan cadangan sekitar 65 miliar barel. Namun, para ahli dan analis industri memperingatkan agar tidak mengharapkan pemulihan cepat, karena ekstraksi minyak di wilayah tersebut dianggap berbahaya, melelahkan, dan berbiaya tinggi. Harga minyak justru mengalami kenaikan setelah pengumangan kesepakatan ini. Para analis seperti Tracy Shuchart dan Mark Finley menyatakan dampak nyata pada harga pompa bensin AS mungkin baru terasa 5 hingga 15 tahun ke depan. Proyek ini ditandatangani untuk jangka waktu 25 tahun (atau 100 tahun menurut klaim Trump) dengan target produksi lebih dari 1,5 juta barel per hari, jauh di bawah produksi global yang mencapai sekitar 105 juta barel per hari. Stok Cadangan Minyak Strategis AS saat ini berada di level terendah sejak 1982, hanya 287 juta barel dari kapasitas 714 juta barel. Kesepakatan ini juga menimbulkan kritik dari Partai Demokrat dan kekhawatiran dari warga Venezuela tentang potensi kolonialisme modern.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait