Jakarta · Rabu, 16 September 2026Cari
WargaKonoha

Alasan Prabowo Bentuk Universitas Republik Indonesia: Atasi Masalah SDM dan 'Raja Kecil'

Presiden Prabowo Subianto menjelaskan alasan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) sebagai upaya untuk mengatasi masalah kualitas sumber daya manusia (SDM) dan ketidaksinkronan kerja di institusi pemerintahan. URI dirancang sebagai kawah candradimuka bagi calon pemimpin dan administrator negara, dengan sistem rekrutmen berbasis merit. Langkah ini termasuk revamp Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang dianggap terjebak pada formalitas birokrasi. Prancis dengan École Nationale d'Administration (ENA) menjadi inspirasi model pendidikan administrator publik. URI akan menjaring lulusan terbaik dari seluruh universitas untuk dilatih menjadi administrator profesional. Program ini juga mencakup pendidikan khusus untuk calon gubernur, bupati, dan direktur jenderal agar kebijakan pusat dan daerah selaras. Presiden menyoroti fenomena 'deep state' atau birokrat yang bertindak sebagai 'raja kecil' karena masa kontrak panjangnya dibandingkan pemimpin politik maksimal lima tahun. Menurutnya, ego sektoral dan ketidaksinkronan antarlembaga harus diatasi melalui sistem rekrutmen dan pembinaan yang lebih akuntabel di bawah naungan URI. Pemerintah juga berencana membangun 10 unit URI untuk pemerataan pendidikan tinggi. MARSEKAL TNI (Pur) Donny Ermawan dilantik sebagai Gubernur URI pada 22 Juli 2026. Mendiktisaintek Brian Yuliarto menegaskan URI bukan induk seluruh kampus, melainkan fokus pada program afirmasi SDM strategis.

Berita terkait