Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Alasan Prabowo Ingin Buku Pelajaran Diperbarui

Pemerintah tengah mematangkan pembaruan buku ajar nasional sebagai upaya memperkuat pendidikan dan membangun budaya membaca sejak dini. Perhatian Presiden Prabowo Subianto berawal dari kunjungan ke sejumlah sekolah, di mana ia menemukan buku pelajaran yang bahannya mudah rusak, sudah rusak, dan tulisannya terlalu kecil sehingga siswa SD membaca dengan jarak sangat dekat. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Prabowo lalu memerintahkan pengecekan buku dari SD hingga SMA dan membandingkannya dengan buku ajar negara tetangga sebagai bahan evaluasi.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan, pembaruan menyasar penguatan karakter kebangsaan, peningkatan kualitas sains dan teknologi, terutama matematika, serta kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris untuk menghadapi kompetisi global. Aspek fisik buku juga diperbaiki: tampilan lebih menarik, ukuran huruf lebih nyaman, dan bahan lebih awet agar bisa diwariskan ke adik kelas.

Prasetyo juga mengungkapkan perhatian Prabowo terhadap pendidikan berasal dari kebiasaan membaca yang ditanamkan keluarganya sejak kecil, di mana anak-anak wajib membaca sejumlah buku setiap minggu dan membuat rangkuman. Kebiasaan ini ingin digalakkan kembali melalui koordinasi dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait