Jakarta · Minggu, 23 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Andre Rosiade Minta Distribusi LPG 3 Kg di Sumbar Dikawal Ketat

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, meminta agar distribusi LPG 3 kg bersubsidi di Sumatera Barat dapat sampai ke masyarakat dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Ia menyoroti adanya kelangkaan dan penjualan di atas HET di sejumlah kawasan, seperti Bypass-Ketaping di Kota Padang, di mana harga LPG 3 kg mencapai Rp21.000 padahal HET-nya hanya Rp17.000. Andre meminta agar hal ini segera ditelusuri dan mengusulkan agar Koperasi Desa Merah Putih (KDPM) menjadi alternatif distribusi agar harga tetap sesuai HET.

Andre menekankan bahwa LPG 3 kg merupakan barang bersubsidi sehingga tidak boleh dijual dengan harga tinggi. Harga pasaran tanpa subsidi mencapai sekitar Rp105.000 per tabung 3 kg, namun masyarakat hanya membayar Rp17.000 berkat subsidi pemerintah. Ia meminta agar masyarakat yang berhak, seperti rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani, dapat memperoleh LPG 3 kg dengan mudah dan tidak ada penyalahgunaan.

Sales Branch Manager Sumbar III Gas Pertamina, Muhammad Bima Habibi Alamsyah, menjelaskan bahwa LPG 3 kg membutuhkan pengawasan ketat dalam distribusinya. Masyarakat disarankan memastikan berat tabung LPG 3 kg yang dibeli sesuai ketentuan, yaitu total sekitar 8 kg (5 kg kosong + 3 kg isi). Pertamina juga menyediakan LPG nonsubsidi seperti Bright Gas ukuran 5,5 kg dan 12 kg untuk kebutuhan yang tidak berhak atas LPG 3 kg. Masyarakat diminta ikut mengawasi dan melaporkan jika menemukan pangkalan yang menjual di atas HET atau menyalurkan di luar wilayah operasional.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait