Anggaran Kurang Rp 2 T Lebih, Kepala Basarnas Ungkap Dampaknya Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menghadapi kekurangan anggaran sebesar Rp2,29 triliun untuk tahun 2027. Pagu yang dialokasikan sebesar Rp1,56 triliun jauh di bawah kebutuhan sebenarnya yang mencapai Rp3,86 triliun. Kepala Basarnas Mohammad Syafii menyampaikan hal ini dalam rapat dengan Komisi V DPR RI, menjelaskan bahwa kekurangan tersebut mempengaruhi berbagai kegiatan mulai dari operasional hingga pengadaan sarana dan prasarana. Backlog terbesar terletak pada pengelolaan sarana dan prasarana SAR sebesar Rp1,3 triliun, yang menjadi komponen kritis untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan di darat, laut, dan medan khusus. Untuk belanja modal 2027, Basarnas telah menyisihkan Rp55,3 miliar untuk peralatan seperti high-angle rescue, mountaineering, underwater rescue, sistem komunikasi, dan pemenuhan sarana kantor SAR baru di Surakarta dan Banyuwangi. Selain itu, Basarnas juga mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp2,16 triliun kepada pemerintah untuk menutupi kekurangan gaji, pemeliharaan peralatan, kegiatan prioritas nasional, hingga operasional kantor. Usulan ini mencakup berbagai kebutuhan strategis yang diperlukan untuk menjalankan tugas SAR secara optimal.
Bagikan
Berita terkait
Fadli Zon Setor Usulan Nama Penerima Tanda Jasa ke Prabowo
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 22.41
Rosan & Trenggono Menghadap Prabowo di Hambalang, Lapor soal Kampung Nelayan
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40
Bobby Siapkan Fasilitas untuk Pengungsi Erupsi Gunung Sinabung: Warga yang Utama
kumparan · 1 September 2026 pukul 22.40
Mengenal Deep Space Network NASA, Jembatan Komunikasi Bumi dengan Pesawat Antariksa
Media Indonesia · 1 September 2026 pukul 22.40