Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

Anggota Komisi II Dorong Pancasila Jadi "Living Values" di Era Digital

Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Romy Soekarno, meminta agar penguatan Pancasila tidak lagi terbatas pada kegiatan seremonial atau sekadar hafalan. Menurutnya, Pancasila harus dijadikan sebagai nilai hidup (living values) yang nyata dalam perilaku sehari-hari dan penyelenggaraan negara. Di tengah transformasi digital yang cepat, Pancasila perlu menjadi pedoman moral bangsa untuk menghadapi tantangan seperti fragmentasi sosial, intoleransi, dan polarisasi yang diperparah oleh teknologi.

Romy menekankan pentingnya Pancasila hadir di ruang digital untuk menangani dampak algoritma dan AI. Ia menjelaskan makna setiap sila secara digital: Ketuhanan berarti toleransi beragama, Kemanusiaan berarti anti-cyberbullying, Persatuan berarti anti-disinformasi, Demokrasi berarti dialog sehat, dan Keadilan Sosial berarti penghindaran digital divide. Ia mendorong Kementerian Komdigi untuk membangun ekosistem digital berkepribadian Indonesia, termasuk pengembangan AI Merah Putih sebagai bentuk kedaulatan teknologi.

Di sisi lain, Romy juga menyoroti pentingnya pendidikan dan ASN dalam penguatan ideologi. Ia menyarankan pendidikan Pancasila untuk Generasi Z dan Alpha menggunakan pendekatan partisipatif dan project-based learning, bukan metode hafalan kaku. Bagi ASN, kualitas penguatan Pancasila harus terlihat dari integritas dan pelayanan publik, bukan sekadar jumlah sertifikat pelatihan. Ia menegaskan pentingnya Trisakti Bung Karno—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, berkepribadian dalam budaya—sebagai arah pembangunan Indonesia yang modern namun tetap menjaga karakter bangsa.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait