Angka Kelahiran Caesar Tinggi, Ini Kaitannya dengan Mikrobiota untuk Kesehatan Usus Bayi Menurut Pakar
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Angka persalinan caesar di Indonesia mencapai 25,9 persen atau sekitar satu dari empat kelahiran, berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Data ini diprediksi akan terus meningkat hingga 2030. Menurut Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Konsultan Fetomaternal dr. Febriansyah Darus, persalinan caesar memberikan paparan lingkungan awal yang berbeda dibandingkan persalinan normal, terutama dalam kolonisasi mikrobiota usus bayi. Proses ini dapat memengaruhi perkembangan sistem imun dan kesehatan saluran cerna anak sejak lahir hingga tiga tahun pertama kehidupan.
Dokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi dr. Andy Darma menjelaskan bahwa persalinan normal memungkinkan bayi terpapar mikroorganisme dari ibu, khususnya bakteri Bifidobacterium yang penting untuk maturasi saluran cerna. Sebaliknya, bayi yang lahir melalui caesar kehilangan paparan ini, meningkatkan risiko disbiosis usus. Untuk mengatasi hal ini, intervensi nutrisi seperti sinbiotik direkomendasikan sebagai pendekatan sains untuk mendukung kesehatan saluran cerna dan memulihkan keseimbangan mikrobiota pada bayi lahir caesar.
Bagikan
Berita terkait
Alyssa Daguise Kena Body Shaming Usai Melahirkan, Begini Responsnya
SINDOnews · 23 Agustus 2026 pukul 14.30
Angga Yunanda Ungkap Perjuangan Shenina saat Melahirkan, Kontraksi 13 Hari
SINDOnews · 4 Agustus 2026 pukul 10.45
Dosen Unair Airlangga Pribadi Wafat saat Menulis Riset tentang Soekarno
JawaPos · 9 September 2026 pukul 22.00
Dari AHY Untuk SBY, Inilah Isi Doa dan Harapan Buat Sang Pendiri Partai
JawaPos · 9 September 2026 pukul 22.00