Antrean Pasien di IGD RSUD Bandung Kiwari Tak Semua Kasus Influenza A
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari dr. Arief Budiman menjelaskan bahwa lonjakan antrean pasien di IGD rumah sakitnya tidak seluruhnya disebabkan oleh Influenza A. Pasien anak yang paling banyak datang mengeluhkan demam tinggi, diare, hingga dehidrasi, sementara pasien dewasa lebih sering menderita pneumonia atau radang paru-paru. Menurut Arief, rumah sakit tidak memiliki data khusus kasus influenza karena tidak melakukan pemeriksaan swab untuk penyakit tersebut. "Kami tidak punya data terkait influenza karena memang kami tidak melakukan swab-nya," ujarnya. Meski demikian, tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di RSUD Bandung Kiwari masih berada di angka 74 persen dari total 333 tempat tidur, sehingga masih tersedia kapasitas ruang rawat inap. Rumah sakit sedang berupaya mempercepat pemindahan pasien yang sudah stabil ke ruang rawat inap dan mendorong pasien yang layak pulang untuk segera kembali ke rumah dengan kontrol melalui poli rawat jalan. Arief juga menyampaikan bahwa rumah sakit mengusulkan penambahan perawat dan dokter umum di ruang perawatan untuk mempercepat proses ini.
Bagikan
Berita terkait
Dirut RSUD Bandung Kiwari Buka Suara soal Lonjakan Pasien di IGD
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 15.48
Lonjakan Pasien di IGD, Begini Respons Dirut RSUD Bandung Kiwari
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 14.30
Influenza A Naik, Puan Minta Pemerintah Siapkan Obat-Imbau Warga Terapkan Prokes
kumparan · 17 September 2026 pukul 22.37
40 Ribu Warga Jatim Terjangkit Wabah Influenza A, Begini Kondisinya
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 14.42