Apa yang Membuat Kita Masih Indonesia?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menjelang Visi Indonesia Emas 2045, kemajuan bangsa tidak cukup hanya diukur melalui pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur fisik. Penguatan nilai Pancasila dan karakter manusia dinilai sangat mendesak di tengah ancaman erosi sosial, krisis adab publik, dan tantangan penegakan hukum yang berlangsung secara bertahap.
Tantangan kebangsaan ini diperkuat oleh sejumlah data empiris. Laporan BPS mencatat Rasio Gini ketimpangan ekonomi nasional berada di angka 0,375, sementara ketimpangan perkotaan mencapai 0,395. Selain itu, Indeks Perilaku Anti-Korupsi berada di skor 3,85, serta riset Digital Civility Index dari Microsoft menempatkan tingkat keadaban digital netizen Indonesia pada posisi ke-29 dari 32 negara.
Guna mengatasi berbagai persoalan tersebut, Pancasila harus diwujudkan sebagai prinsip hidup nyata dalam keadilan dan etika publik. Pembangunan nasional ke depan berfokus mencetak manusia Indonesia yang berintegritas, toleran, cerdas, dan adaptif terhadap teknologi modern tanpa kehilangan akar kebudayaan serta jatidiri kebangsaan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 10.09
Video: Ketua MPR RI Ahmad Muzani Tegaskan Dukungan RI Pada Palestina
Berita terkait
Mantan Mendag Soroti Akses Public Goods dan Pendidikan untuk Cetak Pemimpin Indonesia 2045
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 21.30
Hadir di SBM ITB, Gita Wirjawan Ingatkan Pentingnya Empati Bagi Calon Pemimpin
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 20.03
Hadir di SBM ITB, Gita Wirjawan Ingatkan Pentingnya Empati Bagi Calon Pemimpin
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 19.25
Bakal Dilantik 7 Agustus, Pengurus INTI 2026–2030 Siap Perkuat Jaringan di 18 Provinsi
JPNN.com · 3 Agustus 2026 pukul 22.28