APBN 2027 Masih Fleksibel, Pemerintah Siapkan Ruang Insentif Baru
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung memastikan APBN 2027 memiliki fleksibilitas untuk mengakomodasi insentif pemerintah tambahan guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan struktur belanja negara yang fleksibel, pemerintah dapat melakukan penyesuaian kebijakan insentif baru pada 2027. Meski memberikan ruang untuk insentif tambahan, pemerintah tetap menjaga defisit APBN 2027 pada level 2,4% PDB. Strategi pembiayaan anggaran diarahkan untuk mengendalikan defisit dan mengoptimalkan sumber pembiayaan domestik. Beberapa program yang akan dilanjutkan pada 2027 meliputi: program magang 150.000 peserta, program vokasi 300.000 orang, pengurangan PPh Pasal 21 bagi 7,5 juta pekerja dengan penghasilan di bawah Rp10 juta/bulan, serta penyesuaian PTKP berdasarkan inflasi. Di sektor perumahan, fasilitas PPN DTP akan dilanjutkan untuk rumah hingga Rp2 miliar. Pemerintah juga menyiapkan KPR bersubsidi dengan bunga 6% untuk rumah hingga Rp500 juta bagi masyarakat dengan penghasilan tetap Rp17 juta/bulan.
Bagikan
Berita terkait
NasDem Dukung Strategi APBN 2027 Prabowo, Fokus pada Kesejahteraan Rakyat
kumparan · 30 September 2026 pukul 00.51
Banggar Tantang Pemerintah Jaga Rupiah di Rp17.500
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 21.30
APBN 2027 Disepakati, Belanja Negara Tembus Rp4.106 Triliun! Begini Alokasinya
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 15.36
Pemerintah dan DPR sepakati belanja negara 2027 jadi Rp4.106,26 T
ANTARA News · 29 September 2026 pukul 13.15