Api Bromo Mulai Loncati Lautan Pasir, Pakar Ungkap Biang Keroknya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Bromo yang sudah berlangsung lebih dari sepekan belum menunjukkan tanda-tanda mereda, justru semakin tersebar ke arah savana dan Lautan Pasir. Menurut Daryono dari Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), tiga faktor utama menyulitkan pemadaman: cuaca panas yang mengeringkan vegetasi, angin kencang yang melompati sekat alami, dan limpasan rumput serta semak kering di kawasan Bukit Teletubbies yang menjadi bahan bakar api. Strategi pemadaman seperti water bombing dan drone spray kesulitan efektif karena angin terus memecah konsentrasi air yang ditembakkan. Opsi penutupan total akses wisata termasuk jalur Cemoro Lawang dan Wonokitri sedang dipertimbangkan untuk menjaga keselamatan wisatawan dan masyarakat. Tim gabungan fokus memutus jalur api dan membuat firebreak di Jalur Lingkar Kaldera Tengger untuk mengendalikan api yang terus bergerak akibat angin. IABI menekankan perlunya empat pilar mitigasi kebakaran hutan di kawasan Bromo agar kejadian serupa tidak berulang, dengan pendekatan jangka panjang diperlukan untuk menghadapi ancaman karhutla di masa depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 17.15
Kebakaran Bromo Diduga Akibat Human Error, Ini Kata Menko Polkam
Liputan6.com · 10 Agustus 2026 pukul 16.31
Menko Polkam Sebut Kebakaran Bromo Tinggal 1-2 Titik Api
ANTARA News · 9 Agustus 2026 pukul 00.43
TNBTS tutup seluruh akses wisata Bromo guna efektifkan pemadaman
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 15.33
Karhutla Gunung Bromo Meluas hingga 899 Hektare, Kabut dan Angin Hambat Water Bombing
Berita terkait
Tim Gabungan Fokus Pembasahan 8 Titik Panas di Kawasan Bromo
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 17.33
Kabar Terbaru Karhutla Bromo: Titik Api Probolinggo Padam, Pasuruan Masih Terbakar
JPNN.com · 12 Agustus 2026 pukul 19.27
Tim Gabungan Gunakan Drone Water Spray Padamkan Karhutla Gunung Bromo
JPNN.com · 6 Agustus 2026 pukul 14.09
Karhutla 2 Hektare di Desa Apung, Ditsamapta Polda Kaltara Turunkan 35 Personel
VOI · 14 Agustus 2026 pukul 19.55