Arrmanatha Nasir Ungkap Prioritas Setelah Dilantik Jadi Menteri Luar Negeri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyatakan komitmen melanjutkan arah kebijakan politik luar negeri Indonesia yang berdasarkan prinsip bebas aktif, sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menekankan bahwa dinamika global yang kompleks menjadi tantangan besar bagi diplomasi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan nasional.
Arrmanatha menegaskan konsistensi politik luar negeri sebagai landasan utama, serta akan meneruskan kebijakan yang telah dikembangkan oleh Menlu sebelumnya, Sugiono, termasuk dukungan terhadap Asta Cita. Indonesia juga berkomitmen menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan dan global.
Sebagai bagian dari komitmen diplomasi, Indonesia merencanakan diri untuk mencalonkan kembali kandidasi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB untuk periode 2029–2030.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 1 Oktober 2026 pukul 17.34
Arrmanatha Nasir Sebut Ditelepon Teddy Jam 12.30 Sebelum Dilantik Jadi Menlu
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 16.57
Dilantik Jadi Menlu, Arrmanatha Nasir: Tantangan yang Kita Hadapi Sangat Besar
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 18.19
Gantikan Sugiono, Menlu Arrmanatha Bongkar Sikapnya soal Politik Luar Negeri di Era Prabowo
Berita terkait
RI Bidik Kursi Anggota DK PBB, Waka Komisi I DPR: Jangan Terseret Blok
Detik.com · 28 September 2026 pukul 08.57
Iran Tampil sebagai Pemenang Perang di Sidang Umum PBB, Ini 5 Alasannya
SINDOnews · 27 September 2026 pukul 17.11
Trump Incar Negara Komunis Ini, Janjikan Keruntuhan Rezim
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 19.10
Trump Klaim Bawa Perdamaian ke Dunia, Tapi Pidatonya Justru Bahas Ancaman Iran
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 04.47