Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

AS Siapkan 267 Jet Tempur F-15EX, Mengapa Incar Indonesia hingga Israel Jadi Calon Pembeli?

Departemen Pertahanan AS memberikan kontrak IDIQ ke Boeing senilai USD131,23 miliar untuk program F-15 Eagle Crest, yang mencakup produksi, modernisasi, retrofit, dan pemeliharaan jet F-15 selama satu dekade hingga Agustus 2037. Kontrak ini hanya menyiapkan kerangka kerja pembelian, bukan alokasi dana penuh. Saat ini, hanya USD343.740 dialokasikan untuk tahap awal penelitian dan pengembangan. Tujuh negara asing termasuk Indonesia, Israel, Jepang, Korea Selatan, Singapura, Arab Saudi, dan Polandia masuk dalam program ini, namun hanya lima yang saat ini mengoperasikan F-15. Indonesia dan Polandia belum pernah memesan jet tempur generasi keempat ini secara resmi.

Analis Casey Nicastro menyatakan bahwa kontrak ini mencerminkan komitmen AS terhadap F-15EX sebagai bagian penting strategi pertempuran udara masa depan, meski angkatan udara juga mengembangkan sistem baru seperti CCA dan F-47. Kontrak IDIQ memungkinkan proses pembelian dipercepat karena negosiasi telah dilakukan sebelumnya, namun setiap pesanan tetap memerlukan persetujuan terpisah.

Dokumen anggaran Angkatan Udara AS untuk FY 2027 mengungkapkan rencana untuk menggandakan armada F-15EX, menunjukkan pentingnya jet ini dalam pasukan udara AS dalam dekade mendatang. Namun, tidak semua pesanan di bawah program ini berupa pembelian jet baru, melainkan juga mencakup pembaruan sistem dan pemeliharaan.

Berita terkait