Jakarta · Senin, 5 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Asa dari Semangkuk Bubur dan Nasi Kuning di Bahodopi

Ruslan (40) memulai usaha bubur ayam di Desa Keurea, Bahodopi pada 2019 dengan resep turun-temurun dari ayahnya. Bubur Ayam Bandung Bintang 14 menjadi favorit para pekerja IMIP dengan harga Rp 15.000 per porsi. Dengan 10 karyawan, usaha ini membuka enam cabang dan mampu meraup omzet hingga Rp 11 juta per hari. Ruslan menekankan pentingnya menjaga resep keluarga, pelayanan baik, dan hubungan dengan pelanggan sebagai kunci kesuksesannya. IMIP (Indonesia Morowali Industrial Park) menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di wilayah ini. Data HR Department PT IMIP menunjukkan peningkatan signifikan jumlah tenaga kerja dari 35.592 orang pada 2020 hingga 100.310 orang pada September 2026. Pada 2025, dengan 86.804 pekerja, perputaran uang di Bahodopi diperkirakan mencapai Rp 499,1 miliar per bulan atau Rp 5,9 triliun per tahun. Pertumbuhan ini mendorong berkembangnya 3.675 unit UMKM, termasuk 981 kios pertamini, 735 stan minuman, dan 670 stan makanan. Nursia Asis (45), atau Mak Indah, adalah salah satu pengusaha UMKM yang sukses di sekitar IMIP. Sejak Januari 2014, warung nasi kuningnya melayani para pekerja IMIP dengan harga terjangkau dan porsi melimpah. Usaha rumahannya menghabiskan puluhan kilogram beras per hari dan mampu menghasilkan omzet puluhan juta rupiah per bulan. Mak Indah tidak merasa kompetitif dengan kompetitor karena percaya pada rezeki yang sudah ada. Tiga anaknya yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi menjadi motivasi utamanya untuk terus bekerja keras.

Berita terkait