Asal Usul Rabiul Awal, Sejarah Penamaan dan Mengapa Disebut Bulan Maulid?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Rabiul Awal adalah bulan ketiga dalam kalender Hijriah, berturut-turut setelah Muharram dan Safar. Bulan ini dikenal sebagai bulan Maulid Nabi Muhammad SAW karena bertepatan dengan peringatan kelahiran Nabi. Istilah 'Rabi' dalam bahasa Arab berarti musim semi atau gugur, dan dalam konteks penamaan bulan, merujuk pada dua bulan setelah Safar, yakni Rabiul Awal dan Rabiul Akhir. Untuk membedakan dari makna musim, masyarakat Arab menambahkan kata 'syahr' (bulan), sehingga disebut Syahru Rabi' al-Awwal dan Syahru Rabi' al-Akhir. Penjelasan ini disampaikan oleh Jawwad Ali dalam karyanya Al-Mufasshal fi Tarikhil Arab Qablal Islam. Al-Qur'an menegaskan bahwa Allah SWT menetapkan satu tahun terdiri atas 12 bulan, sebagaimana firman-Nya dalam Surat At-Taubah ayat 36. Saat ini, umat Islam sedang memasuki Rabiul Awal 1448 Hijriyah.
Bagikan
Berita terkait
Fakta Sejarah: Hijrah Nabi SAW Terjadi di Bulan Rabiul Awal, Bukan Muharram
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 18.32
7 Peristiwa Penting di Bulan Rabiul Awal, dari Kelahiran hingga Wafat Nabi Muhammad SAW
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 05.15
Rabiul Awal 1448 H, Momentum Mengenal Kembali Biografi Nabi Muhammad SAW
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 16.47
Bulan Maulid Nabi, Ini 3 Bacaan Selawat Khusus yang Wajib Diketahui dan Cara Mengamalkannya
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 16.25