ASN Asal Rote Ndao Minta Dipindah Usai Insiden Penembakan KKB, Ini Kata Bupati
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9346982/original/034753000_1789231102-433331.jpg)
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, berkomitmen memfasilitasi pemindahan Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Rote Ndao yang bertugas di Papua karena alasan keamanan. Langkah ini diambil setelah terjadi insiden penembakan oleh KKB yang menewaskan salah satu putra daerah Rote Ndao, sehingga memicu kecemasan keluarga ASN lainnya yang masih bertugas di sana.
Meski aturan umum mensyaratkan masa tugas sepuluh tahun sebelum boleh pindah, Bupati menegaskan bahwa ancaman nyawa memerlukan kehadiran negara untuk memberikan rasa aman. Pemerintah Kabupaten Rote Ndao akan berkoordinasi dengan BKN dan Kemenpan RB guna meminta kebijakan khusus atau dispensasi pemindahan bagi para ASN tersebut. Selain itu, Bupati mendesak aparat hukum untuk segera mengejar pelaku kejahatan kemanusiaan tersebut.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 12 September 2026 pukul 09.48
Komisi I Desak Ungkap Pemasok Senjata dalam Penembakan 3 ASN di Jayawijaya
JPNN.com · 11 September 2026 pukul 20.59
Petugas Kantongi Ciri-Ciri Anggota KKB Pelaku Penembakan 3 ASN
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 20.25
DPR Ramai-ramai Kecam Penembakan KKB Tewaskan 3 ASN di Papua
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 18.53
2 Penembak ASN di Papua Diduga Pernah Terlibat Kasus Pilot Susi Air
Berita terkait
ASN Asal Rote Ndao Minta Pindah Usai Penembakan KKB, Ini Kata Bupati
Liputan6.com · 12 September 2026 pukul 23.52
Satgas Cartenz Identifikasi Pelaku Penembakan Tiga ASN Jayawijaya via Video Call
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 14.30
Kementerian HAM: Pembunuhan 3 ASN di Jayawijaya Sangat Keji
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 13.37
Detik-Detik KKB Tembak Brutal 3 ASN di Jayawijaya
Liputan6.com · 11 September 2026 pukul 13.12