Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Atasi Hawa Panas, Korut Sarankan Warganya Makan Sup Daging Anjing

Media pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, merekomendasikan sup daging anjing sebagai cara mengatasi hawa panas saat gelombang panas ekstrem melanda negara itu. Rekomendasi ini dimuat dalam saran kesehatan edisi Minggu (2/8) yang juga mencakup panduan pertolongan pertama untuk penyakit akibat suhu panas. Sejak 27 Juli, Pyongyang mengalami malam tropis dengan suhu di atas 25 derajat Celsius, dan otoritas setempat mengeluarkan peringatan cuaca panas menyengat dengan suhu siang 33-35 derajat Celsius. Peringatan suhu tinggi juga berlaku untuk Pyongyang, Provinsi Pyongan Utara, sebagian Provinsi Jagang, serta sebagian area tengah dan selatan, dengan perkiraan suhu 35-40 derajat Celsius.

Dalam wawancara dengan dokter senior Rumah Sakit Umum Pyongyang, Rodong Sinmun memperingatkan penyakit kardiovaskular, diabetes, dan hipertiroidisme bisa memburuk akibat kelelahan panas dan heatstroke. Pemerintah Korut menyarankan makanan penyejuk seperti semangka, kacang hijau, mentimun, serta makanan bergizi tinggi seperti sup daging anjing (dangogi guk), bubur ikan, dan bubur kacang merah. Dangogi guk telah lama dipromosikan sebagai tonik kesehatan tradisional, tetapi harganya mahal dan sulit dijangkau warga biasa. Mantan diplomat Korut, Ri Chol, mengatakan dangogi populer dan biasanya dimakan saat musim panas untuk mengatasi kelelahan.

Pyongyang telah mempromosikan dangogi selama beberapa dekade, termasuk mendirikan restoran kelas atas di sepanjang Sungai Taedong, mendaftarkan resep daerah sebagai warisan budaya, menggelar kompetisi memasak tahunan, dan menyebutnya cara patriotik menghadapi panas. Praktik ini kontras dengan Korea Selatan yang pada 2024 mengesahkan undang-undang melarang penangkaran, penyembelihan, distribusi, dan penjualan anjing untuk konsumsi manusia. Pelanggar dapat dipenjara maksimal tiga tahun atau didenda hingga 30 juta won (sekitar Rp 378 juta).

Berita terkait