Babak Kedua Pendidikan Tinggi NU
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Dalam dua dekade terakhir, Nahdlatul Ulama (NU) berhasil mendirikan berbagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di berbagai daerah, yang tidak hanya memperluaskan akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, tetapi juga memperkuat kehadiran NU di ranah akademik. Pertumbuhan ini menandakan transformasi NU dari organisasi pendidikan berbasis pesantren menjadi pemain yang lebih kokoh di tingkat pendidikan tinggi.
Namun, tantangan baru muncul seiring dengan fase konsolidasi. Fokus PTNU kini beralih dari pembentukan kampus baru ke pembangunan sistem yang mampu menjaga kualitas, keberlanjutan, dan arah pengembangan seluruh jaringan. Tantangan ini mencakup tata kelola yang belum optimal, seperti pengambilan keputusan, otonomi akademik, dan persiapan kepemimpinan, yang seringkali tidak menjadi prioritas dalam diskusi strategis.
Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan pergeseran pandangan PTNU dari sekadar kumpulan perguruan tinggi yang berdiri sendiri, menuju sistem pendidikan tinggi yang saling terhubung dan saling memperkuat. Arsitektur tata kelola yang jelas diperlukan untuk menjaga keberagaman setiap institusi, sekaligus menyatukan tujuan bersama melalui prinsip tata kelola, standar mutu, dan kolaborasi antar kampus.
Bagikan
Berita terkait
Menuju Akreditasi Unggul, FMI Banten Dorong Penguatan Tata Kelola Perguruan Tinggi
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 21.17
Dies Natalis ke-1, UTarki Teguhkan Komitmen Membangun Pendidikan Tinggi yang Bermakna
JPNN.com · 23 September 2026 pukul 20.19
Prodi Teknik Elektro Untar Raih Akreditasi Unggul dari LAM Teknik, Mantap!
JPNN.com · 27 Agustus 2026 pukul 10.25
Susunan Pengurus PBNU 2026-2031, Jusuf Kalla-Ma'ruf Amin jadi Mustasyar
Liputan6.com · 1 Oktober 2026 pukul 00.26