Bagaimana Tatanan Dunia Baru Setelah Era Multilateralisme?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pada September 2025, Presiden Trump mengadakan pidato di PBB yang terganggu eskalator dan teleprompter rusak. Kejadian ini menjadi simbol melemahnya peran PBB sebagai institusi multilateralisme yang didirikan Amerika Serikat pasca-Perang Dunia II. Dibandingkan masa keemasan PBB, Dewan Keamanan kini dinilai usang dan tidak lagi mencerminkan realita geopolitik 2026. Trump sendiri mengkritik PBB lewat pidatunya, menandakan penurunan dukungan Amerika terhadap institusi internasional.
Tatanan dunia baru masih menjadi perdebatan. Presiden Finlandia Alexander Stubb memprediksi tatanan baru terbentuk dalam lima tahun ke depan, sementara pakar lain seperti Mark Leonard memperkirakan perubahan memakan waktu lebih lama. Beberapa ahli menyatakan bahwa multilateralisme era pascaperang sudah tidak berfungsi, terutama setelah gagalnya banyak misi perdamaian dan pelanggaran hukum internasional seperti perang di Ukraina dan Iran serta pelanggaran hukum humaniter di Gaza.
Perluasan pengaruh China, penarikan diri Amerika Serikat dari banyak perjanjian internasional, serta pembentukan aliansi baru seperti Pakta Pertahanan Mekah dan minilateralisme menandai pergeseran tatanan. BRICS dan inisiatif regional seperti Kawasan Perdagangan Bebas Afrika menjadi pilihan alternatif. Ahli berpendapat dunia akan menjadi lebih brutalkan dengan lebih banyak konflik bila tidak ada tatanan yang koheren.
Bagikan
Berita terkait
Trump Klaim Kuasai Seperlima Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez: Kami Tetap Berdaulat
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 14.33
Trump Klaim Kesepakatan Minyak Terbesar! AS Kini Sudah Dapat Kendali Mayoritas Minyak Venezuela
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 12.41
Trump Kuasai Sebagian Minyak Venezuela, Presiden Rodriguez Tegaskan Kedaulatan
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 12.37
Kematian Ratko Mladic Si Pembantai 8.000 Muslim dan Misteri Senjata Israel dalam Genosida Bosnia
SINDOnews · 30 Agustus 2026 pukul 12.10