Jakarta · Minggu, 30 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bagaimana Tatanan Dunia Baru Setelah Era Multilateralisme?

Pada September 2025, Presiden Trump mengadakan pidato di PBB yang terganggu eskalator dan teleprompter rusak. Kejadian ini menjadi simbol melemahnya peran PBB sebagai institusi multilateralisme yang didirikan Amerika Serikat pasca-Perang Dunia II. Dibandingkan masa keemasan PBB, Dewan Keamanan kini dinilai usang dan tidak lagi mencerminkan realita geopolitik 2026. Trump sendiri mengkritik PBB lewat pidatunya, menandakan penurunan dukungan Amerika terhadap institusi internasional.

Tatanan dunia baru masih menjadi perdebatan. Presiden Finlandia Alexander Stubb memprediksi tatanan baru terbentuk dalam lima tahun ke depan, sementara pakar lain seperti Mark Leonard memperkirakan perubahan memakan waktu lebih lama. Beberapa ahli menyatakan bahwa multilateralisme era pascaperang sudah tidak berfungsi, terutama setelah gagalnya banyak misi perdamaian dan pelanggaran hukum internasional seperti perang di Ukraina dan Iran serta pelanggaran hukum humaniter di Gaza.

Perluasan pengaruh China, penarikan diri Amerika Serikat dari banyak perjanjian internasional, serta pembentukan aliansi baru seperti Pakta Pertahanan Mekah dan minilateralisme menandai pergeseran tatanan. BRICS dan inisiatif regional seperti Kawasan Perdagangan Bebas Afrika menjadi pilihan alternatif. Ahli berpendapat dunia akan menjadi lebih brutalkan dengan lebih banyak konflik bila tidak ada tatanan yang koheren.

Berita terkait