Bahlil Buka–bukaan Soal Keberadaan Tambang di Raja Ampat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa saat ini hanya satu perusahaan tambang yang masih beroperasi di Raja Ampat, Papua Barat Daya, yaitu PT GAG Nikel. Ia menyampaikan hal tersebut saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, pada Senin (3/7). Bahlil menegaskan bahwa GAG Nikel merupakan perusahaan BUMN yang sudah beroperasi sebelum ia menjabat sebagai Menteri ESDM.
Bahlil juga menjelaskan bahwa izin pertambangan lainnya di Raja Ampat sudah dicabut pemerintah pada 2025. Izin yang dicabut itu sebelumnya diterbitkan oleh kepala daerah setempat, seperti gubernur dan bupati, berdasarkan undang-undang kewenangan daerah saat itu. Menurut Bahlil, tidak ada izin yang dikeluarkan dari pemerintah pusat, sehingga bukan sepenuhnya kesalahan gubernur atau bupati.
Pernyataan Bahlil ini merupakan respons terhadap laporan Greenpeace Indonesia. LSM tersebut menyebut setidaknya ada tiga perusahaan yang sedang memproses izin pertambangan nikel dengan rencana wilayah operasi di bagian timur Pulau Waigeo, Raja Ampat.", "tags": ["bahlil", "tambang", "raja ampat", "esdm", "greenpeace"]
Bagikan
Berita terkait
Hampir 500 Peserta Ikut Piala KSP, 90 UMKM Ramaikan Rangkaian HUT RI
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 20.15
Upaya Paiton Energy Mengembalikan Senyum Anak-Anak Indonesia
JPNN.com · 16 Agustus 2026 pukul 20.11
BNI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan
VOI · 16 Agustus 2026 pukul 20.10
Gerindra Kirim Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Gempa NTT
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 20.08