Bahlil Sebut Golkar Tak Dimiliki Trah Tertentu: Siapa Pun Mau Jadi Ketum, Boleh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa partai tidak dimiliki oleh keluarga atau perusahaan tertentu. Ia menegaskan siapa saja bisa mengikuti kontes ketua umum tanpa perlu meminta izin ke keluarga tertentu. Menurut Bahlil, Golkar adalah partai yang terbuka dengan proses kelahiran yang unik, dilahirkan oleh Soekarno untuk menjaga stabilitas pasca Pemilu 1955 dan mencegah penyimpangan ideologi Pancasila ke arah komunis.
Bahlil menjelaskan bahwa Partai Golkar didirikan melalui Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar) oleh tokoh-tokoh yang khawatir dengan situasi tidak stabil di masa lalu. Pada masa itu, inflasi mencapai 650 persen dan lapangan kerja sulit ditemukan. Ia menekankan setiap anggota Golkar memiliki hak dan kedudukan yang sama di mata AD-ART partai.
Dalam sejarahnya, Golkar juga diklaim melahirkan sejumlah partai besar seperti Demokrat, Hanura, Nasdem, dan Gerindra. Bahlil menyatakan bahwa partai-partai tersebut tetap dianggap sebagai 'satu rumah' dengan Golkar meski berada di kamar yang berbeda.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 11.00
Bukan Cuma Geser Posisi Menteri, Reshuffle Prabowo Disebut Bikin Golkar Kian Tak Tertandingi di Kabinet
Berita terkait
Bahlil Targetkan Golkar Lampaui 102 Kursi DPR pada Pemilu 2029
kumparan · 4 Oktober 2026 pukul 00.21
MPR Dorong Pendidikan Pancasila Diperkuat dalam Revisi UU Sisdiknas
Detik.com · 30 September 2026 pukul 08.40
Nusron Wahid Akui Sudah Lama Out sebagai Pengurus Golkar: Alasannya Tanyakan ke Bahlil
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.10
Nusron Wahid Akui Sudah Lama Out sebagai Pengurus Golkar: Alasannya Tanya Bahlil
Warta Ekonomi · 21 September 2026 pukul 16.10