Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bahlil Sebut Impor Minyak Tahap Pertama dari Rusia Sudah Jalan

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengkonfirmasi bahwa tahap pertama impor minyak dari Rusia telah direalisasikan oleh pemerintah Indonesia melalui mekanisme antarpemerintah (G2G). Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) ditunjuk sebagai Badan Layanan Umum (BLU) untuk mengelola impor tersebut, yang bertujuan untuk menjaga cadangan energi dalam negeri di atas standar minimum nasional dan mengantisipasi gangguan rantai pasok global. Kebijakan ini juga mencakup jaminan bahwa harga bahan bakar bersubsidi dan LPG tetap stabil tanpa kenaikan, sesuai dengan keputusan yang sudah ada.

Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2026 memberikan peran yang lebih besar kepada Lemigas dan badan usaha milik negara di bidang energi untuk melakukan pengadaan minyak, dengan prioritas pada pasokan domestik. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung menyatakan bahwa pemerintah akan mengoptimalkan BLU yang sudah ada, bukan membentuk yang baru. Pengaturan ini memungkinkan minyak mentah dari kontraktor kontrak kerja sama dalam negeri untuk diprioritaskan memenuhi kebutuhan domestik, dengan harga sesuai ICP, bahkan jika awalnya dialokasikan untuk ekspor.

Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan Hashim Djojohadikusumo mengumumkan komitmen Rusia untuk memasok 150 juta barel minyak kepada Indonesia dengan harga khusus, setelah pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Vladimir Putin. Kesepakatan ini bertujuan meningkatkan ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik dan konflik di Timur Tengah.

Berita terkait