Jakarta · Minggu, 4 Oktober 2026Cari
WargaKonoha

Bajaj Jakarta yang Kian Terpinggirkan

Bajaj transportasi di Jakarta mengalami penurunan signifikan dari 14.612 unit pada 1999 menjadi 6.025 unit saat ini. Sopir bajaj seperti Muslih (60 tahun) di Pasar Jembatan Lima mengaku kesulitan mendapatkan penumpang karena kompetisi ketat dari ojek online, taksi, dan mobil online. Penghasilan harian sering tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari setelah dipotong biaya sewa Rp 60.000, BBM, dan makan. Bajaj kini lebih banyak digunakan untuk mengantar barang seperti ondel-ondel, namun harus bersaing dengan layanan pengiriman aplikasi. Di 'Rumah Sakit Bajaj' di Jalan Makmur, Duri Pulo, para montir sering melakukan perbaikan berat yang biayanya mencapai Rp 1,5 juta. Meski berada di tengah padatnya kendaraan, bajaj tetap beroperasi di beberapa titik strategis seperti Asemka, Salemba, dan Tambora.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait