Banjir dan Longsor di Filipina: 23 Orang Meninggal Dunia akibat Siklon Luis dan Maymay
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Setidaknya 23 orang dilaporkan meninggal dunia dan ribuan warga Filipina terpaksa mengungsi akibat banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Pulau Luzon dan sebagian wilayah Visayas. Bencana ini dipicu oleh intensifikasi monsun barat daya serta pengaruh siklon tropis Luis dan Maymay yang menyebabkan sungai meluap dan merendam permukiman warga. Akibatnya, banyak jalan terputus sehingga ribuan keluarga dievakuasi ke tempat penampungan sementara. Pemerintah melalui Dewan Penanggulangan dan Pengurangan Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) terus melakukan operasi penyelamatan dan penyaluran bantuan logistik. Selain korban jiwa, terjadi kerusakan infrastruktur parah pada jalan, jembatan, dan kawasan pertanian, serta gangguan pasokan listrik dan air bersih. Pemerintah memperingatkan hujan dengan intensitas tinggi masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 11.37
Foto: Chile Dilanda Hujan Lebat, Longsor Tutup Akses Jalan Paposo
kumparan · 18 Agustus 2026 pukul 15.33
Foto: Badai Monsun Barat Picu Banjir Parah di Filipina
CNN Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 05.00
China Digempur Cuaca Ekstrem, Xi Jinping Soroti Mitigasi Bencana
Berita terkait
Banjir & Longsor di Filipina, 15 Orang Tewas, 8 Hilang
JPNN.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.19
Nepal Evakuasi 3.253 Orang
Media Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.30
41 Provinsi di Thailand Dilanda Banjir, Bangkok Paling Parah
Detik.com · 30 September 2026 pukul 11.54
Hujan Kian Menggila di Tetangga RI, Korban Jiwa Mulai Berjatuhan
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 20.50