Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Banjir Nepal, Bagaimana China Menghapus Bukti Bencana?

Banjir bandang dahsyat menerjang perbatasan Cina-Nepal pada 26 Agustus 2026, menyebabkan ratusan kematian dan ribuan orang hilang di Nepal. Di sisi lain, pemerintah Cina dengan cepat menghapus bukti visual bencana di wilayah otonom Tibet menggunakan teknologi pengenalan gambar dan strategi informasi terkontrol. Operasi penyensoran ini mencerminkan peningkatan kemampuan pengawasan internet Cina, yang tidak lagi hanya menyaring teks tetapi juga mengenali konten visual secara otomatis.

Di WeChat dan Weibo, rekaman video mentah dari saksi mata yang memperlihatkan arus deras menghancurkan Pelabuhan Gyirong dengan cepat hilang. Sebaliknya, pemerintah mengganti narasi dengan laporan resmi tentang respons cepat Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Qiang. Pencarian di platform seperti Xiaohongshu dipenuhi dengan konten resmi pemerintah, sementara rekaman independen tidak pernah muncul.

Krisis ini memperlihatkan kerentanan infrastruktur Tibet yang disembunyikan. Pelabuhan Gyirong, yang baru dibuka kembali pada Januari 2026 setelah ditutup selama lusuh banjir sebelumnya, kembali hancur delapan bulan kemudian. Tagar 'Pelabuhan Gyirong Baru Dibuka Kembali Setengah Tahun Lalu' yang sempat viral dihapus dalam semalam. Pemerintah Cina membantah tuduhan kelalaian, sementara Nepal menuduh Beijing gagal memberikan peringatan dini, memicu ketegangan diplomatik.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait