Bansos Pelaku Tawuran yang Bikin KRL Terganggu Terancam Dicabut
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/682980/original/ilustrasi%20kerusuhan%202.jpg)
Wakil lurah Bukit Duri, Muhamad Ngasri, menyatakan keluarga pelaku tawuran terancam kehilangan bantuan sosial (bansos) jika bentrokan kembali terjadi di wilayahnya. Kebijakan ini disepakati bersama pengurus wilayah dan tokoh masyarakat setelah tawuran pecah pada malam Kamis (20/8/2026) hingga sore Jumat (21/8/2026). Sanksi sosial lain yang direncanakan termasuk wajib mengikuti siskamling harian atau sanksi sesuai kesepakatan lingkungan. Ngasri juga meminta orang tua lebih ketat mengawasi anak, termasuk pergaulan dan penggunaan media sosial yang berpotensi menjadi provokasi. Pengamanan siskamling di seluruh RW juga diaktifkan kembali untuk mencegah provokasi. Dalam rapat penanganan tawuran, pengurus wilayah diminta memperketat pengawasan dan patroli aparat dilakukan secara rutin, bukan hanya saat tawuran terjadi. Warga juga mendorong penggunaan CCTV lingkungan untuk membantu mengungkap pelaku dan usulan pemberlakuan jam malam di tingkat RW. Ngasri menekankan bahwa penanganan tidak cukup hanya dengan membubarkan massa; forum komunikasi yang melibatkan pemerintah, aparat, pengurus RW, LMK, dan tokoh masyarakat akan dibentuk untuk mencegah tawuran kembali terjadi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 20 Agustus 2026 pukul 11.57
Hendak Tawuran, 2 Pemuda Bawa Celurit Diamankan Polisi di Lubang Buaya
Berita terkait
KRL Terganggu Gara-Gara Tawuran, Dipicu Insiden Anak SD
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.59
Tawuran Ganggu KRL Bogor, Penumpang Pilih Turun
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 18.09
5 Pemuda Lagi Tawuran di Jaktim Ditangkap Polisi, Ada yang Bawa Celurit
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 00.46
Polisi Gagalkan Tawuran dan Balap Liar di Jaktim, Sita Sajam-Botol Air Keras
Detik.com · 5 Agustus 2026 pukul 17.39