Banten Selatan yang Pernah Menjadi Penting
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Artikel menggambarkan sejarah Banten Selatan, khususnya empat kota: Labuan, Menes, Rangkasbitung, dan Bayah, yang dulu tidak terisolir. Labuan berkembang sebagai pelabuhan perdagangan, Menes menjadi pusat pendidikan Islam dan kelahiran Mathla’ul Anwar pada 1916, Rangkasbitung terhubung dengan jaringan kereta api dan menjadi sumber inspirasi Max Havelaar karya Multatuli, sementara Bayah dikenal sebagai kawasan pertambangan batu bara saat masa Jepang dan pernah dikunjungi oleh tokoh sosialis Tan Malaka. Melalui kereta api, buku, surat kabar, dan mobilitas manusia, gagasan dari kota besar masuk ke wilayah ini, membentuk identitas unik Banten Selatan yang berbeda dari stigma ketertinggalan modernnya.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 08.00
7 Jalur Kereta Api Terindah di Indonesia
Berita terkait
JIS Rayakan 75 Tahun Hadirkan Pendidikan Berbasis Global di Indonesia
kumparan · 1 September 2026 pukul 09.00
Serentak di 38 Daerah, Siswa Jatim Belajar Langsung dari Veteran
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 22.45
Kenapa Jogja Punya Dua Stasiun Utama Kereta Api yang Hampir Menempel? Ini Sejarahnya
Liputan6.com · 1 Agustus 2026 pukul 05.00
Berusia 112 Tahun, KAI Tuntas Revitalisasi Stasiun Tawang ke Wajah Asli
Liputan6.com · 30 Juli 2026 pukul 12.15