Jakarta · Rabu, 26 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bappenas tekankan hilirisasi mineral harus rendah emisi

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penerapan prinsip rendah emisi dalam pengembangan industri hilirisasi mineral Indonesia agar produk nasional mampu bersaing di pasar global. Dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di Jakarta, Rachmat menyatakan bahwa hilirisasi mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit tidak cukup hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga harus menerapkan rantai pasok yang efisien dan beremisi rendah. Hal ini penting agar produk industri nasional memenuhi standar kriteria karbon ketat seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Menurut Rachmat, keberlanjutan kini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas, mengamankan investasi, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Pemerintah telah menetapkan ekonomi hijau sebagai pilar utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-8 persen sekaligus mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Transformasi ini bertujuan mengubah keunggulan komparatif Indonesia yang berbasis modal alam menjadi keunggulan kompetitif dengan nilai tambah tinggi dan berkelanjutan.

Berita terkait