Bappenas tekankan hilirisasi mineral harus rendah emisi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menekankan pentingnya penerapan prinsip rendah emisi dalam pengembangan industri hilirisasi mineral Indonesia agar produk nasional mampu bersaing di pasar global. Dalam Indonesia Sustainability 360 Forum 2026 di Jakarta, Rachmat menyatakan bahwa hilirisasi mineral kritis seperti nikel, tembaga, dan bauksit tidak cukup hanya meningkatkan nilai tambah, tetapi juga harus menerapkan rantai pasok yang efisien dan beremisi rendah. Hal ini penting agar produk industri nasional memenuhi standar kriteria karbon ketat seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM). Menurut Rachmat, keberlanjutan kini menjadi bagian dari strategi untuk meningkatkan produktivitas, mengamankan investasi, dan memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Pemerintah telah menetapkan ekonomi hijau sebagai pilar utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) untuk mencapai Indonesia Emas 2045. Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6-8 persen sekaligus mencapai net zero emission pada 2060 atau lebih cepat. Transformasi ini bertujuan mengubah keunggulan komparatif Indonesia yang berbasis modal alam menjadi keunggulan kompetitif dengan nilai tambah tinggi dan berkelanjutan.
Bagikan
Berita terkait
RI Mulai Kembangkan PLTS 100 Giga Watt, Segini Harga Listriknya
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 09.55
MUTU International Perkuat Kepemimpinan, Sandiaga Resmi Jadi Presiden Komisaris dan Roestiandi Jabat Wakil Presdir
JPNN.com · 25 Agustus 2026 pukul 11.37
FWJM dan Warga Pandalungan Jember Siap Dukung Jaga Jakarta Jaga Indonesia
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 10.25
FMJM dan Warga Pandalungan Jember Siap Dukung Jaga Jakarta Jaga Indonesia
kumparan · 25 Agustus 2026 pukul 10.25