Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Basarnas ungkap perbedaan data manifes & korban terevakuasi KMP Yasmin

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menyampaikan adanya perbedaan data antara jumlah penumpang yang tercatat dalam manifes dan jumlah korban yang berhasil dievakuasi dalam operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap KMP Putri Yasmin. Menurut Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, data manifes mencatatkan 131 orang (114 penumpang dan 17 awak kapal), sementara hingga hari kedelapan operasi SAR, sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi, yang terdiri dari 211 korban selamat dan satu korban meninggal dunia. Perbedaan ini menjadi perhatian serius karena data manifes dianggap sebagai dasar penentuan target pencarian dan keberhasilan operasi SAR. Basarnas menekankan pentingnya akurasi, integrasi, dan keakuratan data manifes secara real-time agar tidak hanya berfungsi sebagai dokumen administrasi, tetapi juga sebagai landasan operasional yang andal. Selain itu, posko pengaduan masih menerima laporan dari keluarga dan masyarakat terkait empat korban yang belum ditemukan dalam daftar evakuasi, sehingga verifikasi data terus dilakukan secara mendalam. Dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa Surat Persetujuan Berlayar (SPB) tidak akan dikeluarkan jika data manifes belum tervalidasi. Kemenhub juga berkomitmen mengembangkan sistem data tunggal (single data system) untuk menggabungkan manifes, sistem tiket, dan proses pengecekan kapal agar data penumpang, kendaraan, dan muatan selalu akurat dan terkini.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait