Bedah Buku Penyirep Gemuruh, Sarmuji Puji Pemikiran Pendiri NU Tak Lekang Zaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji memuji pemikiran KH Abdul Wahab Chasbullah (Mbah Wahab) dalam bedah buku Penyirep Gemuruh yang digelar di Masjid Gedang PPBU Tambakeras, Jombang, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan ini menjadi rangkaian perayaan Muktamar ke-35 NU. Sarmuji menilai kisah dalam kitab tersebut menggambarkan karakter NU yang moderat, toleran, dan seimbang dalam menyelesaikan konflik, khususnya terkait perluasan Masjid Peneleh Surabaya. Menurutnya, KH Wahab berhasil menyelesaikan persoalan dengan pendekatan tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i'tidal, serta mengakomodir berbagai pendapat untuk mencari solusi bersama. Pemikiran Mbah Wahab, menurut Sarmuji, masih relevan untuk masyarakat yang menghadapi berbagai perbedaan dan kegaduhan.
Ayung Notonegoro dari Komunitas Pegon Banyuwangi mengungkapkan proses panjang penemuan kitab Penyirep Gemuruh. Ia menemukan kitab tersebut sekitar 2016-2018 saat riset sejarah NU di Pesantren Lateng, Banyuwangi. Kitab ini tersimpan dalam dua lemari milik Kiai Saleh yang sudah tergembok selama puluhan tahun akibat cerita masyarakat tentang bahaya membuka lemari tersebut. Setelah mendapatkan izin dari keluarga ahli waris dan membangun kepercayaan, Ayung berhasil membuka lemari dan menemukan berbagai kitab tua, termasuk Penyirep Gemuruh karya KH Wahab Hasbullah. Komunitas Pegon menjadi pihak pertama yang mempublikasikan kitab tersebut, sehingga mulai dikenal luas.
Fathul H Panatapraja, penerjemah kitab, menjelaskan bahwa Penyirep Gemuruh mengulas kiprah KH Wahab dalam meredam konflik perluasan Masjid Paneleh Surabaya yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Sunan Ampel. Penyelesaian konflik dilakukan melalui pendekatan keagamaan, dialog, dan pencarian solusi dari sudut pandang hukum fikih. Menurut Fathul, cara KH Wahab yang menggabungkan pemahaman agama, dialog, dan kemampuan membaca kondisi sosial masih relevan untuk dipelajari dalam menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
KH. Ma’ruf Amin Ziarah ke Makam Pendiri NU, Singgung Politik Uang Jelang Muktamar
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 09.45
Prabowo Dijadwalkan Hadiri Penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang Besok
Detik.com · 30 Agustus 2026 pukul 21.46
PKB: Kritik Cak Imin Terkait NU Bukan Serangan kepada HMI
CNN Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 21.35
Presiden Prabowo Dijadwalkan Tutup Muktamar ke-35 NU di Jombang
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 21.29