Bersaing Ketat dengan Vietnam, RI Punya Potensi di Industri Ini
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Prospek permintaan lahan industri di Indonesia, khususnya di wilayah Jabodetabek, masih diprediksi besar. Menurut Laporan Kawasan Industri Jakarta Q2 2026 dari Colliers Indonesia, penyerapan lahan industri di Jabodetabek pada kuartal II-2026 mencapai sekitar 37 hektare, mencerminkan aktivitas pasar yang lebih selektif. Pertumbuhan ini didorong oleh ekonomi yang berkembang, ekonomi digital, dan proyek hilirisasi industri.
Colliers mencatat, sektor-sektor dengan prospek jangka panjang yang kuat meliputi pusat data, logistik, industri kendaraan listrik, elektronik, FMCG, layanan kesehatan, dan ekspansi penyewa kawasan industri yang sudah ada. Namun, industri manufaktur berorientasi ekspor tetap hati-hati menilai daya saing regional dan kebijakan.
Indonesia juga bersaing ketat dengan Vietnam dalam menarik investasi industri. Colliers menyatakan, daya saing Indonesia semakin bergeser dari biaya ke kepastian operasional jangka panjang, teknologi, dan infrastruktur. Faktor seperti pasokan listrik yang memadai, infrastruktur andal, dan konektivitas menjadi kunci untuk menarik investasi di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
Populer: RI Kalah dari Vietnam Tarik Investasi; ESDM Setujui 95% RKAB 2026
kumparan · 30 September 2026 pukul 05.00
Mari Elka Ungkap RI Kalah dari Vietnam dalam Menarik Investasi
kumparan · 29 September 2026 pukul 13.52
Video: Bersaing Tarik Investasi, Kawasan Industri Butuh Kemudahan Izin
CNBC Indonesia · 20 September 2026 pukul 17.00
Dongkrak PAD Jatim, Kawasan Industri Didorong Tingkatkan Kinerja
JawaPos · 17 September 2026 pukul 20.00