Bertahan dengan Air Hujan, Pengungsi Gempa di Mekandetung Menanti Air Bersih
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur pada 15 Agustus 2018 menewaskan 442 orang dan mengungsi 150.576 warga. Warga pengungsi di Desa Mekandetung, Kecamatan Kangae, bergantung pada air hujan untuk kebutuhan sehari-hari karena fasilitas air bersih rusak. Ketika hujan berhenti, mereka menunggu pasokan dari mobil tangki. Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengirimkan dua tangki air per titik pengungsian dan meminta pemerintah lokal terus mendata kebutuhan warga. Di antara 495 kepala keluarga pengungsi, terdapat bayi, lansia, dan penyandang disabilitas dengan kebutuhan khusus. Infrastruktur desa seperti sekolah, jalan, dan poskesdes mengalami kerusakan parah, menghambat distribusi bantuan ke wilayah terpencil seperti Pulau Palue.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 18.52
BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan Terjadi di NTT
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 16.26
Update Korban Gempa NTT: 87 Orang Meninggal Dunia
kumparan · 23 Agustus 2026 pukul 20.42
BNPB: Gempa Susulan di NTT Capai 5.688 Kali, Terbesar 6,2 Magnitudo
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 18.50
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang
Berita terkait
Korban Meninggal Gempa NTT Bertambah Jadi 87 Jiwa, Pengungsi Tembus 150 Ribu
Media Indonesia · 22 Agustus 2026 pukul 19.32
Hari Ke-7 Usai Gempa M 7,7 NTT, Pengungsi Bertambah Jadi 110.785 Jiwa
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 16.40
Update Gempa NTT: Korban Tewas Bertambah Jadi 83 Orang
Detik.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.20
Wapres Gibran: Saya Mohon Maaf yang Sebesar-besarnya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 08.10