Jakarta · Selasa, 18 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Bertahan Tanpa Digaji: Kisah Perjuangan Iin Hidupkan Sekolah Anak Jalanan

Kristina Iin Dwiyanti (47) telah mengabdikan lebih dari dua dekade untuk Sekolah Alternatif Anak Jalanan (Saaja) di Jakarta, bermula sebagai relawan di bawah pendiri Farid Faqih (alm) sejak 2002. Saaja awalnya beroperasi di bekas posko banjir sederhana dengan hanya 6–7 murid anak jalanan dan joki three-in-one. Setelah Farid wafat, banyak relawan mundur karena tidak ada gaji, namun Iin memilih meneruskan kepengurusan demi kebutuhan masyarakat. Ia menjabat guru sekaligus kepala sekolah tanpa honor tetap, mengandalkan penghasilan suami dan kerap mengeluarkan uang pribadi untuk kebutuhan sekolah seperti buku, vitamin, hingga lampu. Bahkan saat hanya memiliki Rp10 ribu, Iin tetap datang mengajar agar kegiatan tidak terhenti. Saat pandemi Covid-19, ia mengajar ke rumah murid. Hasilnya terlihat: murid yang awalnya tidak bisa menulis kini berprestasi akademik dan non-akademik, serta alumni yang kembali mengenali Saaja setelah bertahun-tahun. Iin menegaskan motivasinya sederhana: ingin memberikan manfaat bagi masyarakat meski tanpa imbalan materi, dan selama ada anak yang butuh belajar, ia akan tetap bertahan di Saaja.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait