Bertahan Tanpa Digaji: Kisah Perjuangan Iin Hidupkan Sekolah Anak Jalanan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kristina Iin Dwiyanti (47) telah mengabdikan lebih dari dua dekade untuk Sekolah Alternatif Anak Jalanan (Saaja) di Jakarta, bermula sebagai relawan di bawah pendiri Farid Faqih (alm) sejak 2002. Saaja awalnya beroperasi di bekas posko banjir sederhana dengan hanya 6–7 murid anak jalanan dan joki three-in-one. Setelah Farid wafat, banyak relawan mundur karena tidak ada gaji, namun Iin memilih meneruskan kepengurusan demi kebutuhan masyarakat. Ia menjabat guru sekaligus kepala sekolah tanpa honor tetap, mengandalkan penghasilan suami dan kerap mengeluarkan uang pribadi untuk kebutuhan sekolah seperti buku, vitamin, hingga lampu. Bahkan saat hanya memiliki Rp10 ribu, Iin tetap datang mengajar agar kegiatan tidak terhenti. Saat pandemi Covid-19, ia mengajar ke rumah murid. Hasilnya terlihat: murid yang awalnya tidak bisa menulis kini berprestasi akademik dan non-akademik, serta alumni yang kembali mengenali Saaja setelah bertahun-tahun. Iin menegaskan motivasinya sederhana: ingin memberikan manfaat bagi masyarakat meski tanpa imbalan materi, dan selama ada anak yang butuh belajar, ia akan tetap bertahan di Saaja.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 21.25
Kunjungan ke SRMP 9 Bandung, Melly Goeslaw Dengar Cerita Para Siswa
Berita terkait
Pesan Menkes ke Siswa Sekolah Rakyat: Rajin Olahraga dan Sikat Gigi
CNN Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 08.04
Seskab Sebut 100 Sekolah Rakyat Baru Siap Beroperasi
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 10.35
Teddy Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Sebut 7 Siswa Makassar Juara Olimpiade
Liputan6.com · 9 Agustus 2026 pukul 09.03
Kenneth DPRD DKI Kunjungi Komunitas Belajar Along, Tegaskan Pendidikan Hak Anak Bangsa
Detik.com · 3 Agustus 2026 pukul 17.50