Bertukar Pesan ke Penipu Ngaku Staf Trump, PM Inggris Merasa Nggak Malu
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengonfirmasi bahwa ia pernah bertukar pesan dengan seseorang yang mengaku sebagai staf senior Presiden AS Donald Trump, sebelum menyadari bahwa ini adalah penipuan. Laporan Politico menyebutkan Burnham mengirim pesan melalui saluran komunikasi yang tidak disebutkan kepada orang yang diyakini sebagai staf senior Susie Wiles, namun kemudian merasa curiga. Dalam kunjungan ke Wolverhampton, Burnham menyatakan tidak ada hal sensitif yang dibahas dalam pesan-pesan tersebut dan ia tidak merasa malu karena tertipu. "Pertukaran pesannya sangat minim, tidak ada hal yang krusial," katanya. "Saya segera menyadari bahwa ini perlu dilaporkan, dan saya pun melakukannya." Burnham menambahkan tindakan yang tepat telah diambil baik di Inggris maupun AS, termasuk pemberitahuan dari Kedutaan Besar Inggris di Washington ke Gedung Putih. Tanggal dan isi percakapan tidak diungkapkan. Burnham dilantik sebagai PM pada 20 Juli 2026, menggantikan Keir Starmer.
Bagikan
Berita terkait
Bertukar Pesan ke Penipu Ngaku Staf Trump, PM Inggris Ngaku Nggak Malu
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 03.01
Waspada Penipuan Undian Berhadiah BNI HUT ke-81 RI, Ini Kata Manajemen
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 11.26
Trump Unggah Peta Selat Hormuz Wilayah Baru AS, Ini Reaksi Iran
SINDOnews · 18 Agustus 2026 pukul 22.12
Kodam Pattimura Bantah Isu Pengibaran Bendera RMS di Maluku Tengah
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.00