Billy Christian Bikin POTE Tak Cuma Andalkan Jumpscare, Mainkan Psikologis Penonton
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Sutradara Billy Christian tertarik menggarap serial horor orisinal VISION+ berjudul POTE karena karakter POTE yang berbeda dari hantu-hantu tradisional Indonesia. Menurutnya, cerita horor Indonesia selama ini sering mengangkat sosok-sosok hantu yang sudah dikenal masyarakat, sementara POTE menawarkan karakter yang belum pernah diangkat ke layar sebelumnya. Billy menyatakan tertarik sejak awal ketika mendapat tawaran untuk menyutradarai serial ini, bukan hanya karena genre horor, tetapi karena ruang kreatif yang besar yang ditawarkan oleh sosok POTE.
Billy menekankan bahwa POTE tidak hanya mengandalkan jumpscare untuk menakutkan, tetapi juga memanfaatkan unsur psikologis untuk menegangkan penonton. Pendekatan ini bertujuan menciptakan ketegangan yang lebih dalam dan menyenangkan bagi penonton, sekaligus menampilkan kehadiran aktor yang dinamis. Dengan kombinasi jumpscare dan teknik psikologis, POTE berupaya menyajikan pengalaman horor yang segar dan menantang bagi para penikmat genre ini di Indonesia.
Serial ini juga menampilkan Audi Marissa sebagai dokter, yang harus mempelajari istilah medis sebelum syuting untuk memastikan akurasi dalam menjalankan perannya. Produksi POTE dilakukan dengan tekanan tinggi, sehingga para aktor dan tim produksi harus cepat beradaptasi dengan berbagai tantangan yang muncul. Billy berharap pendekatan inovatif dalam POTE dapat membuka peluang bagi pengembangan cerita horor Indonesia yang lebih beragam dan kreatif di masa depan.
Bagikan
Berita terkait
VISION+ Hadirkan POTE, Hantu dari Bawean Jawa Timur yang Tak Sekadar Menampakkan Diri
SINDOnews · 19 September 2026 pukul 19.10
VISION+ Rilis Official Poster POTE, Hadirkan Teror Misterius dan Pesan Jangan Lihat
SINDOnews · 14 September 2026 pukul 15.02
VISION+ Rilis First Look POTE, Perlihatkan Audi Marissa sebagai Sarah
SINDOnews · 7 September 2026 pukul 15.14
First Look POTE Original Series VISION+ yang Bawa Teror Baru dari Pulau Marunda
SINDOnews · 1 September 2026 pukul 19.23