Bima Arya Minta Otonomi Daerah Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menyuarakan pandangan bahwa otonomi daerah harus diarahkan sebagai mesin pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar pembagian kewenangan. Ia menyampaikan hal ini dalam Seminar Nasional ISEI di IPB Bogor pada 27 Agustus 2026. Bima menekankan tiga transformasi paradigma: 1) Mengubah pendekatan pembangunan dari berbasis sumber daya ke penciptaan nilai tambah, 2) Mengubah pola hubungan antarwilayah dari persaingan ke kolaborasi, dan 3) Mengubah peran Pemda dari sekadar pembelanja anggaran menjadi penggerak pembangunan. Kemendagri sedang mematangkan Desain Besar Penataan Otonomi Daerah untuk memperjelas pembagian kewenangan serta menyempurnakan formula DBH dan DAU. Bima menyatakan keberhasilan transformasi sangat bergantung pada kapasitas kepemimpinan daerah, mengingat 80 persen kepala daerah adalah pemimpin baru (newcomer) yang masih belajar.
Bagikan
Berita terkait
Eddy Soeparno: Pertumbuhan PDB 6% Harus Berbasis Ekonomi Berkelanjutan
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 13.43
Dukung Kejar Ekonomi 6%, Eddy Soeparno Dorong Pembangunan Berkelanjutan
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 11.02
Ekonomi Tumbuh Tinggi Tapi Warga RI Masih Demo, Ini Kata Purbaya!
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.35
Ada Apa Singapura? Pertumbuhan Ekonomi Kini Berbentuk "K"
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 17.30