BLDF Tanam 5.000 Mangrove, Hadirkan Living Laboratory di Tahura Ngurah Ray Bali
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mahasiswa Universitas Udayana bersama Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menanam 5.000 bibit mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai, Pemogan, Denpasar Selatan, sebagai bagian dari kegiatan Green Action Mangrove Bali 2026. Kegiatan ini bertujuan menciptakan living laboratory untuk mendukung penelitian dan pendidikan ekosistem mangrove secara langsung. Dengan penanaman ini, total bibit mangrove yang ditanam BLDF di Pemogan mencapai 15.000, sementara secara keseluruhan program Djarum Trees For Life sejak 2008 telah menanam lebih dari satu juta pohon mangrove di pesisir Jawa dan Bali. Menurut Kepala UPTD Taman Hutan Raya Ngurah Rai, I Putu Agus Juliartawan, mangrove memiliki peran strategis dalam pelestarian ekosistem, namun menghadapi tantangan seperti rendahnya survival rate dan ancaman dari predator seperti teritip. Untuk mengatasi hal ini, bibit mangrove ditanam dalam kotak perlindungan agar tidak langsung dimakan oleh teritip. Tahura Ngurah Rai yang luasnya 1.373 hektare, hanya sekitar 1.000 hektare yang ditanami mangrove, sehingga perawatan dan pemantauan selama tiga tahun ke depan menjadi kunci keberhasilan program ini. Laboratorium hidup ini diharapkan meningkatkan survival rate mangrove dari 30% menjadi 65% melalui monitoring rutin oleh mahasiswa Unud selama enam bulan ke depan.
Bagikan
Berita terkait
14.000 Mangrove Jadi Benteng Pesisir Kubu Raya
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 10.20
Dukung ESG, Menarini Indonesia Tanam 1.600 Mangrove di Jabar dan Jakarta Utara
JPNN.com · 30 Agustus 2026 pukul 19.13
Menteri LH Jumhur Hidayat Raih detikSumatera Awards 2026
CNN Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 06.25
Raih detikSumatera Awards, Jumhur Bicara Aksi Ekologis Selamatkan Lingkungan Sumatera
Detik.com · 29 Agustus 2026 pukul 02.03