BMKG Bilang Bisa Kasih Tahu Ada Gempa Sebelum Guncangan Terasa
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

BMKG mengembangkan InaEEWS (Indonesia Earthquake Early Warning System) untuk memberikan peringatan dini beberapa detik sebelum guncangan gempa kuat dirasakan. Sistem ini bekerja dengan mendeteksi gelombang awal (P-wave) melalui sensor, lalu menganalisis data untuk mengirim notifikasi kepada pengguna di wilayah berisiko jika estimasi guncangan mencapai skala MMI IV atau lebih.
Saat ini, operasional InaEEWS masih terbatas di wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, dan Lampung karena keterbatasan kerapatan sensor dan jaringan komunikasi. Beberapa kendala teknis meliputi adanya 'blind zone' (zona buta) dekat sumber gempa yang menyebabkan peringatan terlambat diterima, serta perlunya peningkatan pemahaman masyarakat dalam merespons peringatan tersebut. BMKG menegaskan bahwa gempa bumi tetap tidak dapat diprediksi secara pasti, sehingga masyarakat diminta segera melakukan tindakan keselamatan tanpa menunggu notifikasi jika merasakan guncangan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Oktober 2026 pukul 08.03
BMKG Prediksi Hujan hingga Udara Kabur di Sejumlah Kota
ANTARA News · 6 Oktober 2026 pukul 07.46
Hari ini, BMKG peringatkan gelombang tinggi dan banjir rob
Berita terkait
Peringatan Dini Tsunami Akibat Gempa M7.7 di NTT Telah Berakhir
Media Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 08.11
BMKG keluarkan peringatan dini tsunami pascagempa M 7,7 di Nagekeo NTT
ANTARA News · 15 Agustus 2026 pukul 06.45
Tsunami 0,3 Meter Terjang Labuan Bajo Usai Gempa M7,7
CNN Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 06.37
Gempa M7,7 Picu Peringatan Tsunami di NTT, NTB, dan Sulsel
SINDOnews · 15 Agustus 2026 pukul 06.19