BMKG Catat 3.055 Gempa Susulan di NTT, Pastikan Tak Ada Tsunami
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 3.055 gempa susulan di Nusa Tenggara Timur (NTT) selama lima hari setelah gempa utama magnitudo 7 pada 15 Agustus 2026. Gempa susulan terbesar mencapai 7,2 dan yang terkecil 1,1. Dari total tersebut, hanya 88 gempa yang dirasakan dampak oleh masyarakat. BMKG menyatakan tidak ada gempa susulan yang lebih besar dari gempa utama (magnitudo 7,7-7,8), sehingga risiko tsunami tidak ada. Proses peluruhan diperkirakan memerlukan tiga hingga empat minggu untuk stabil. Direktur Gempa Bumi BMKG, Wijayanto, memastikan gempa susulan selanjutnya akan semakin kecil dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 18.59
BMKG Catat 3.055 Gempa Susulan di NTT, Peluruhan Berlangsung 3-4 Pekan
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 06.30
Gempa Susulan di NTT Capai 4.256 Kejadian, Sebanyak 118 Dirasakan Warga
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 11.17
Gempa Susulan M5,7 Kembali Terdeteksi di Flores NTT, tak Berpotensi Tsunami
SINDOnews · 20 Agustus 2026 pukul 10.29
Sinyal Itu Menyala Lagi di Flores
Berita terkait
BMKG: 111 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa NTT Magnitudo 7,7
VOI · 15 Agustus 2026 pukul 12.11
Gempa Bumi Magnitudo 5,3 Guncang Wilayah Ruteng NTT
CNN Indonesia · 21 September 2026 pukul 09.11
BMKG: Ada 15.722 gempa susulan dalam 30 hari pasca-gempa NTT
ANTARA News · 15 September 2026 pukul 17.14
Hampir Sebulan, Gempa Susulan Flores Mencapai 15.156 Kali
SINDOnews · 13 September 2026 pukul 10.14